your agriculture

Jumat, 19 November 2010

Respon Tanaman Terhadap Penyinaraaan

Respon Tanaman Terhadap Penyinaraaan


Respon pembungaan tanaman terhadap lamanya penyinaran berbeda. Tanaman yang digolongkan tanaman hari pendek atau short day plants adalah tanaman yang baru berbunga apabila periode gelap lebih lama atau panjang daripada periode kritsnya (misalnya 12 jam). Sebaliknya, tanaman hari panjang atau day plants adalah golongan tanaman yang hanya mau berbunga apabila periode gelap kurang atau dibawah dari periode kritisnya. Sementara itu ada jenis tanaman yang berbunga pada 12 jam penyinaran. Golongan tanaman ini dinamakan tanaman hari netral (day neutral plants). Misalnya tomat, dandelion, gandum, jambu biji serta tanaman yang tergolong tanaman daerah tropis. Contoh tanaman hari panjang antara lain apel, bit gula, lobak, seladah, kubis, kentang dan pada umumya tanaman daerah subtropics. Selanjutnya golongan tanaman ornament (krisan, salvia, cosmos dan poinsettia) adalah jenis tanaman hari pendek.

Panjang hari dan tanaman unggulan
Sang pencipta sudah membagi lingkungan tumbuh sesuai dengan habitat tanamannya masing-masing. Dengan kata lain, tanaman hari panjang akan berproduksi optimal bila dibudidayakan di daerah yang mempunyai panjang hari lebih dari 12 jam. Demikian pula halnya tanaman hari pendek. Indonesia terletak di daerah tropis. Topografi yang bervariasi mulai dataran rendah hingga dataran tinggi, memungkinkan untuk membudidayakan tanaman hari panjang. Akan tetapi lingkungan untuk tanaman hari panjang tetap belum tercukupi sepenuhnya. Akibatnya, karena hambatan lingkungan tadi, produksi buah-buahan subtropis disini sulit untuk mencapai titik maksimal. Oleh karenanya, dalam era gobal yang mengutamakan persaingan bebas, potensi tanaman tropis lebih tinggi untuk disaingkan dengan produk buah dari luar negeri.
Kesesuaian ekologis tadi mengandung makna bahwa produktivitas tanaman akan optimal dibudidayakan pada habitat yang sesuai. Konsep tersebut dikenal sebagai –specific location-. Untuk itu program perwilayahan komoditas tanaman buah-buahan tropis, mulai dari Sabang hingga merauke akan menggugah potensi unggulan daerah yang bisa berkompetisi dengan buah-buahan impor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar