your agriculture

Rabu, 24 November 2010

Fungsi Pengorganisasian dalam Manajemen Agribisnis

Fungsi pengorganisasian merupakan upaya manajemen untuk mengorganisasikan semua sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Efektivitas sebuah organisasi sangat bergantung pada kemampuan manajemennya untuk menggerakkan semua sumber daya perusahaan guna mencapai tujuannya. Sumber daya manusia sebagai penggerak utama sumber daya perusahaan lainnya harus memiliki kemampuan prima dan kerja yang professional serta ditempatkan pada posisi yang tepat. Semboyan yang paling terkenal untuk penempatan manusia pada posisi yang tepat guna mencapai efektivitas organisasi adalah the right man on the right place. Fungsi pengorganisasian tersebut sangat terkait juga dengan alokasi optimal sumber daya perusahaan sehingga diperoleh keterpaduan tugas-tugas dan peranan masing-masing sumber daya yang optimal dalam aktivitas organisasi.
Menurut Downey dan Erickson (1992), fungsi pengorganisasian tersebut meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
• Menyusun struktur organisasi.
• Menentukan pekerjaan yang harus dikerjakan.
• Memilih, menempatkan, dan mengembangkan karyawan.
• Merumuskan garis kegiatan perusahaan.
• Membentuk sejumlah hubungan dalam organisasi dan kemudian menunjuk stafnya.
Dengan demikian, semua sumber daya, termasuk para pekerja yang ada dalam perusahaan memiliki peranan yang jelas dan hubungan yang jelas antar komponen organisasi. Dalam hal pengorganisasian sumber daya disesuaikan dengan rencana yang telah dibuat, baik rencana jangka pendek maupun rencana jangka panjang.

Perbedaan antara Manajemen Agribisnis dan Manajemen Bisnis yang Lain (Downey dan Ericson, 1992)

• Keanekaragaman jenis bisnis pada sector agribisnis sangat besar, yaitu dari produsen primer sampai kepada para pengapal (shipper), perantara, pedagang borongan, pengolah, pengepak, manufaktur, perusahaan penyimpanan, pengangkut, lembaga keuangan, pengecer, jaringan restoran dan rumah makan, dan seterusnya.
• Jumlah agribisnis sangat besar. Berjuta-juta bisnis yang berbeda yang menangani rute perjalanan komoditas dari produsen sampai ke konsumen akhir.
• Cara pendirian agribisnis dikelilingi oleh pengusaha tani. Para pengusaha tani tersebut memproduksi beratus-ratus macam bahan bahan pangan dan sandang (serat). Hampir semua agribisnis terkait erat dengan pengusaha tani, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tidak ada industri lain yang lokasi operasinya dikelilingi oleh produsen bahan bakunya.
• Skala usaha agribisnis sangat beragam, dari yang sangat kecil, menengah, hingga yang sangat besar.
• Agribisnis yang pada umumnya berskala kecil harus bersaing di pasar yang relatif bebas dengan banyak produsen dan relatif sedikit pembeli.
• Falsafah hidup tradisional yang dianut sebagian besar produsen menyebabkan agribisnis lebih ketinggalan dibandingkan dengan bisnis lainnya.
• Usaha agribisnis cederung sebagai usaha keluarga.
• Agribisnis kebanyakan berbasis pedesaan sehingga masih memiliki ikatan kekeluargaan yang relatif tinggi.
• Sifat produk yang umumnya cepat busuk, kamba, dan tidak tahan lama menuntut penanganan yang khusus, disamping sifat produksi yang musiman, kecil-kecil, tersebar, dan lain-lain, juga menuntut penerapan manajemen yang berbeda.
• Ancaman dari gejala alam yang tidak dapat diprediksi menjadi pembeda dengan bisnis lainnya.
• Kebijakan dan program pemerintah sering sangat berpengaruh kepada sector agribisnis.

Fungsi pelaksanaan dalam Manajemen Agribisnis

Fungsi pelaksanaan seringkali dibagi lagi menjadi fungsi pemimpinan, pengarahan, dan koordinasi. Bahkan fungsi pelaksanaan sering terpisah dengan ketiga fungsi tersebut. Fungsi pemimpinan lebih menekankan pada bagaimana seorang pemimpin untuk menyalurkan semua kemampuan individu pada aktivitas organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Fungsi pengarahan lebih menekankan pada bagaiamana karyawan diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut Downey dan Erickson (1992), fungsi pengarahan meliputi usaha untuk memimpin, menyelia atau mengawasi, memotivasi, mendelegasikan, dan menilai para karyawan yang ada dalam organisasi. Pengarahan ditujukan untuk menetapkan kewajiban dan tanggungjawab setiap karyawan dalam organisasi, menetapkan hasil yang harus dicapai, mendelegasikan wewenang kepada karyawan, menciptakan hasrat untuk berhasil, serta mengawasi agar pekerjaan benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Fungsi koordinasi lebih menekankan pada hubungan koordinasi antar individu, antar kelompok dan atau individu, atas berbagai aktivitas organisasi, sehingga diperoleh harmonisasi dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Di lain pihak, fungsi pelaksanaan sendiri lebih menekankan pada proses pelaksanaan kegiatan organisasi sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Selasa, 23 November 2010

Botani dan Klasifikasi Tanaman Apel

Famili Rosaceae tersebut terbagi menjadi dua subfamily, yaitu Pomoideae dan Prunoideae. Bunga dari kedua subfamily tersebut muncul pada cabang yang sangat pendek yang disebut spurs, dapat juga muncul pada tunas vegetatif primeratau pada tunas sekunder. Namun demikian, spurs dari kedua subfamily tersebut mempunyai beberapa perbedaan. Spurs subfamily Pomoideae menghasilkan beberapa tunas vegetatif lateral (tunas-tunas lateral tersebut terus menghasilkan spurs berikutnya) dan satu tunas bunga campuran. Sementara itu, spurs subfamily Prunoideae menghasilkan beberapa kuncup bunga lateral diselingi dengan tunas vegetatif dan selalu diakhiri dengan tunas vegetatif (Gur, 1985).
Tanaman apel yang ada sekarang ini diduga merupakan hibrida dari berbagai macam spesies yaitu, M. sylvestris Miller, M. dasyphyla Borkh, M. pumila Miller, dan beberapa spesies dari Asia. Malus sylvestris Miller banyak dipelihara di Benua Eropa hingga Turkistan Barat. M.pumilla Miller banyak dipelihara orang di Semenanjung Balkan hingga Rusia dan beberapa spesies dari Asia (M. baccata). Genus Mallus mempunyai sekitar 25-30 spesies. Beberapa spesies dapat mengadakan crossing secara bebas karena diduga tanaman tersebut tidak ada yang bersifat self incompatability (Brown, 1975).
Atas dasar fenomena alam tersebut, pada saat ini jenis tanaman apel yang dibudidayakan di seluruh dunia sangat banyak, yaitu sekitar seribu kultivar. Yang terbanyak terdapat di daerah subtropics (Kusumo dan Verheij, 1995). Jenis tanaman apel yang banyak ditanam oleh petani Indonesia adalah ‘rome beauty’ selain ‘manalagi’ dan ‘princes noble’. Kultivar manalagi diduga merupakan klon tua sejak zaman Belanda. Kultivar tersebut juga mirip dengan golden delicious yang cukup terkenal di Australia.

Asal dan Distribusi Tanaman Apel (Malus domestica Borkh)

Asal dan Distribusi Tanaman Apel (Malus domestica Borkh)

Tanaman apel yang dibudidayakan sekarang ini berasal dari Asia Barat Daya. Dewasa ini, tanaman tersebut sudah menyebar ke seluruh dunia, baik di daerah tropis maupun subtropics. Namun demikian, negara penghasil apel yang utama di dunia hanya beberapa, misalnya Australia, China, Amerika Serikat, Turki, negara-negara pecahan Uni Soviyet, beberapa negara Eropa, Jepang dan Argentina.
Buah apel dikonsumsi dengan berbagai cara. Di Asia Tenggara, buah apel yang matang, biasanya disantap mentah. Yang muda dibuat manisan, dirujak, dikalengkan dan dip roses lanjut menjadi minuman penyegar. Sekalipun demikian, di pasaran internasional konsumsi buah apel segar masih yang terbesar.
Industri pertanaman apel di Indonesia masih belum bangkit. Batu, Malang, Jawa Timur merupakan satu-satunya produsen buah apel. Dari kota tersebut selanjutnya menyebar ke Nongkojajar dan sebagian ke Pulau Timor. Untuk diversifikasi produk pertanian, introduksi tanaman yang bernilai tersebut sangat perlu untuk digalakkan, yaitu ke daerah baru yang mempunyai kemiripan iklim dengan kota Batu. Baru-baru ini di Batu, sari buah apel difermentasikan dan dipromosikan sebagai bahan penyembuh penyakit tertentu.
Tekstur daging buah apel renyah. Rasanya bervariasi dari masam hingga manis. Rasa tersebut merupakan komposisi imbangan antara asam malat dengan gula. Setiap 100 gram buah apel mengandung sekitar 85 gram air, 10-13,5 gram karbohidrat (terutama fructose), 10 mg fosfor, kalsium 10 mg, 0.2 mg besi , kalium 150 mg serta vitamin A, B1, B2, B6, dan C sebanyak 10 mg. Kandungan protein dan lemak buah apel sangat rendah sedangkan kalorinya sekitar 165-235 kJ.

Asal dan Distribusi Buah Anggur

Asal dan Distribusi Buah Anggur



Tanaman anggur yang pada umumnya dibudidayakan sekarang termasuk genus vitis, satu dari sepuluh genera dalam family Vitaceae. Dari sepuluh genus tersebut, hanya ada beberapa yang dapat dimakan buahnya (edible) yaitu Vitis dan Muscadinia, selebihnya banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias atau ornamental. Genus Vitis mempunyai 32 spesies yang asal-usulnya sangat beragam. Sementara itu, spesies liar masih banyak ditemukan di semua benua baik yang ada di kawasan tropis maupun subtropis. Sebenarnya, tanaman tersebut sudah lama dikenal pada masa prasejarah. Dengan demikian, perkembangan budidayanya selaras dengan kemajuan peradaban manusia. Spesies yang terdaftar dalam genus Vitis terdiri atas empat kelompok, yaitu kelompok Amerika, kelompok Asia, kelompok Eropa, dan kelompok Karibia. Kelompok Amerika mempunyai anggota spesies yang paling banyak yaitu 29. Kemudian kelompok Asia 11, kelompok Eropa hanya terdiri atas 1 spesies yaitu Vitis vinifera. Kelompok Karibia terdiri atas satu spesies, yaitu V. indica.
Tanaman anggur yang dibudidayakan di negara-negara Amerika dan Eropa bertujuan mendapatkan bahan mentah untuk minuman berakohol (wine). Minuman penghangat itu digunakan karena iklim dingin yang cukup tinggi. Majunya industri minuman keras menyebabkan negara-negara tersebut terlepas dari ketergantungannya terhadap rempah-rempah yang didatangkan dari Indonesia (Maluku). Sejarah mengatakan bahwa maksud kedatangan Belanda ke Indonesia untuk berdagang rempah-rempah.
Pada saat ini, tujuan budidaya anggur semakin meluas sperti membuat anggur kering (raisin) sebagai bahan kue, anggur meja, dan minuman segar (juice). Kelompok anggur Amerika digunakan sebagai batang bawah bagi V. vinifera. Adakalanya, jenis batang bawah bukan berasal dari anggur Amerika asli, namun merupakan hasil penyilangan dengan anggur Eropa. Masa juvenil V. vinifera relative pendek, sejak berkecambah hingga berbunga, hanya memerlukan waktu 3 tahun.
Rasa buah anggur bervariasi. Rasa asam dan manis mendominasi kandungan kimia buahnya. Berdasarkan analisis laboratorium setiap 100 g buah anggur mengandung 50 unit kalori, air 86%, protein 0,5 g, lemak 0,3 g, karbohidrat 12,8 g, serat 0,9 g, kalsium 9 mg, P 20 mg, dan besi 0,6 mg. jenis dan kandungan vitaminnya antara lain A 83 IU, B1 0,10 mg, B2 0,06 mg dan niacin 0,2 mg (Ashari, 1995). Bentuk dompolan atau klaster buah anggur sekaligus bentuk individu buahnya cukup beragam

Senin, 22 November 2010

unsur seng (Zn)

Unsur Seng (Zn)


Seng atau Zincum (Zn) diserap dalam bentuk Zn2+ merupakan bagian yang penting dari asam Carboxylase, Carbonic anhidrose. Dalam keadaan yang sangat sedikit Zn telah dapat memberikan dorongan terhadap perkembangan-perkembangan, kelebihan sedikit saja dari ketentuan penggunaannya akan menjadi racun, dapat dikatakan bahwa tanaman yang tahan dengan larutan makanan yang tercampur dengan Zn 1 mg/liter jumlahnya adalah sedikit sekali.
Diperkirakan bahwa persenyawaan-persenyawaan Zn berfungsi pula pada pembentukan hormon (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis. Defisiensi Zn dapat menyebabkan pertumbuhan vegetatif terhambat selain juga dapat menghambat pertumbuhan biji.
Zn dalam tanah terdapat dalam bentuk:
1) Sulfida - - - - - - - - - - - - (ZnS);
2) Calamine - - - - - - - - - - (ZnCO3).
Kekurangan Zn sering terjadi pada daerah-daerah yang lembab serta pada tanah-tanah asam sampai sedikit netral.
Pemupukan Zn dalam bentuk ZnSO47H2O atau seng sulfat, pemupukan melalui semprotan ke daun adalah lebih efektif daripada melalui tanah. Di samping penyemprotan larutan Zn ke dalam batang tanaman.